Skip to content Skip to navigation

DEWASA LAJANG GYK OSZA PERLU PUNYA RENCANA DAN TEKAD YANG JELAS DAN KUAT

Konferensi Dewasa Lajang Gereja Yesus Kristus OSZA hari kedua, Jumat 1 Juni 2018, dengan jumlah peserta yang semakin bertambah, seiring hari ini weekend, sesi pembekalan disampaikan oleh Brother Meyer. Bro Meyer, demikian sapaan akrabnya, mengemukakan tentang pentingnya perencanaan dan tekad."Percuma bicara tekad, kalau setiap kali persimpangan jalan, selalu mikir lagi, mikir lagi.Untuk menikahi perempuan yang baik, pria bersedia ga untuk berkorban? Berapa jauh anda bersedia berkorban, itu tekad anda" demikian tegas Bro Meyer. 

Lebih lanjut Bro Meyer mengkaitkan tentang perencanaan pernikahan dengan kehidupan kekal. "Anda mau mencapai hidup kekal? Mau ga berkorban untuk itu? Ukur sendiri tekad anda. Kalau hati anda sudah membawa kita ke kehidupan yang kekal, maka berkorban apapun siap. Perhatikan kalimat Tuhan Yesus Kristus (dalam Khotbah Di Bukit), setiap kali Dia menggambarkan suatu kondisi sulit, dibelakangnya selalu Dia tempelkan suatu harapan. Harapan itu adalah tujuan akhir kita, harusnya ada di hati kita" urai Bro Meyer. 

Bro Meyer menjelaskan tentang bagaimana membuat rencana, yakni kita harus bertanya pada diri sendiri bagaimana dengan saya, apa tujuan antara saya, apa tujuan akhir saya, apa rencana saya untuk tujuan antara saya,dan apa rencana saya untuk tujuan akhir saya. "Saya ingin meninggalkan pertanyaan-pertanyaan ini untuk anda. Apa tujuan akhir anda? Pulang dan renungkan, dan kemudian saat anda membuat tujuan antara, yaitu sebelum sampai kesana (tujuan akhir), menikah adalah tujuan antara, saya harap pernikahan bukan the end. Menikah adalah sebuah tujuan antara. Tujuan antara anda sama ga dengan arah tujuan akhir anda. Terlalu banyak kita, mempunyai tujuan akhir idealis disini (menunjuk suatu titik tinggi diatas), tapi maunya disana (menunjuk suatu titik lebih rendah tapi jauh menyimpang). Renungkan tujuan akhir anda, renungkan pada saat anda perlu membuat tujuan antara-tujuan antara anda, lalu apa rencana saya mencapai tujuan antara saya. Rencana adalah tindakan yang membawa anda kesana" demikian dijelaskan Bro Meyer. 

Sesi pembekalan Bro Meyer, dilanjutkan dengan diskusi yang menampilkan tiga orang perwakilan, yakni : De Fara, Presiden Cabang Mendrofa, dan Bro Sesepuh Agus. Fara menceritakan tentang perjuangannya saat hendak menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS Surakarta. Sementara Presiden Cabang Mendrofa mengungkapkan bahwa sekalipun dirinya tidak merencanakan menjadi Presiden Cabang, tapi dirinya mempunyai panggilan untuk itu, dan dirinya merespon panggilan tersebut. Sedangkan Bro Sesepuh Agus mensharingkan bahwa kondisi dirinya saat ini merupakan proses dari 'kecelakaan' perjalanan karirnya. (DPT)

Advertisement