Skip to content Skip to navigation

DENNY JA INISIATOR PEMECAHAN REKOR DUNIA, KADO HARI KEMERDEKAAN INDONESIA KE-73

Jelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-73 tahun, kemarin Kamis (16 Agustus 2018) berlokasi dikawasan Pondok Cabe Tangerang Selatan Provinsi Banten, Denny Januar Ali, Ph.D, atau yang dikenal sebagai Denny JA, seorang seorang konsultan politik dan tokoh media sosial, bersama jajaran lembaga survey besutannya Lingkaran Survey Indonesia (LSI), melakukan aksi pemecahan rekor dunia yang dipersembahkan sebagai kado istimewa bagi Hari Kemerdekaan Indonesia ke-73 tahun.

Berdasarkan informasi dari grup WA "Leadership", disebutkan aksi pemecahan rekor melibatkan 2.400 orang, pemecahan rekor dunia dalam hal pendidikan politik terbesar dalam satu tempat dan satu waktu, rekor sebelumnya dipegang Amerika Serikat. Hari Kamis Kemarin (16 Agustus 2018), rekor itu pecah di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. 2.400 orang yang berkumpul, kembali meneguhkan nilai-nilai Pancasila dan menguatkan lagi komitmen Bhinneka Tunggal Ika. Hasilnya, sebuah Guiness World Record pecah di sana.

Acara yang diinisiasi Denny JA, melibatkan seluruh tim Lingkaran Survey Indonesia (LSI). Dalam pidato pembukaannya, Denny JA menekankan tentang pentingnya memberikan pendidikan politik kepada generasi milenial, terutama memberikan mereka pemahaman yang kontekstual tentang bagaimana menerapkan dan memperjuangkan nilai-nilai Pancasila di Era ini.

Turut terlibat dalam pemecahan rekor itu, Yudi Latif, Ph.D—mantan Ketua BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila; sebelumnya adalah Unit Kerja Presiden - Pembinaan Ideologi Pancasila/UKP-PIP), Prof. Komarudin Hidayat, Ph.D, penyanyi Gita Gutawa, Alexa Band, juga 2.400 siswa SMA beserta para gurunya.

Semua antusias dan penuh semangat mengikuti kegiatan ini. Terutama karena kami semua digerakkan oleh rasa cinta kepada bangsa ini. Pidato Yudi Latif tentang Indonesia dan Pancasila menyihir sekaligus membakar jiwa nasionalisme peserta pemecahan rekor.

Dikatakan dalam informasi pada grup WA tersebut, setelah melewati proses ‘record attempt’ selama kurang lebih satu jam. Kami harus dag-dig-dug menunggu hasil keputusan para juri dari Guiness World Record. Hampir dua jam menunggu, akhirnya perwakilan GWR pun mengumumkan bahwa rekor dunia ini telah pecah di Indonesia. Semua hadirin yang hadir bersorak gembira, pekik merdeka diteriakkan, keharuan membuncah dan menyeruak. "Rekor dunia ini untuk seluruh masyarakat Indonesia! Kado di hari merdeka!". (DPT)

Advertisement