Skip to content Skip to navigation

DEKLARASI PERKUMPULAN PELAKU MUTU BANGUNAN (PPMB), PROF. DR. MANLIAN R. A. SIMANJUNTAK : BOCORNYA PIPA GAS AKIBAT PROYEK LRT DEPAN BNN, ITU LALAI SUPER SUPER TINGGI

Gurubesar Universitas Pelita Harapan Prof. Dr. Manlian Ronald A. Simanjuntak., ST., MT, yang juga pakar manajemen konstruksi, keamanan dan risiko kebakaran bangunan, dalam Seminar Sosialisasi Perda No. 7 tahun 2010 tentang Bangunan Gedung dan Pergub No 128 tahun 2012 tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran, serta Deklarasi Perkumpulan Pelaku Mutu Bangunan (PPMB), yang diadakan kemarin Kamis 15 Maret 2018, bertempat di Hotel Millenium Kebon Sirih Jakarta Pusat, mengemukakan bahwa pengawasan terhadap suatu proyek konstruksi bangunan itu ada disemua tahapan proses pembangunan sejak awal.

"Presiden mengatakan pengawasan mesti baik. Pengawasan itu ada dimana? Disemua tahap Bapak dan Ibu, pada waktu disain studi kelayakan ada pengawasan. Jembatan Selat Sunda tidak selesai-selesai sampai sekarang. Pengawasan ada diproses disain, apalagi melibatkan banyak pihak. Pengawasan ada dikonstruksi, pengawasan ada dioperasional. Jadi apa yang disampaikan Presiden, mesti diturunkan dalam turunan word breakdown structure".

Lebih lanjut pria yang meraih gelar profesor pada usia 35 tahun, mengemukakan bahwa "Pengawasan jangan cuma pada saat konstruksi. Sekarang di DKI Jakarta, berdasarkan amanat UU No 28 Tahun 2002, Perda No 7 Tahun 2010, ada yang namanya Tim Ahli Bangunan Gedung, dulu namanya TPAK, Tim Penasehat, sekarang Tim Ahli, bukan cuma menasehati. Ahli dibidangnya".

Merespon terjadinya kebocoran gas milik PGN (Perusahaan Gas Negara) didepan gedung kantor pusat BNN Jl. MT. Haryono No.11 Cawang Jakarta Timur, dikarenakan terkena pengerjaan proyek LRT, Prof Manlian mengemukakan "PGN bilang 3 hari kita perbaiki, eh Selasa dibeko lagi, jadi kena lagi dititik yang sama. Jadi saya tidak mengerti, lalai super super tinggi. Kenapa dispute perencanaan? Itu kegagalan bangunan juga. Jadi sebenarnya istilah ini nantinya pada waktu operasional, ataupun sebelum operasional, ataupun during construction, itu bisa. Kegagalan bangunan jangan lagi dilihat hanya pada fase konstruksi, kita bisa melihat meneliti pada waktu disainnya bagaimana, pada waktu studi kelayakannya bagaimana".

Sementara Ir Tigor Tambun yang juga ahli mechanical engineering dan mutu bangunan, kepada Gerejani Dot Com disaat rehat seminar, menanggapi kasus bocornya pipa gas milik PGN akibat terkena pengeboran proyek LRT didepan BNN beberapa waktu lalu, menjelaskan bahwa "Semestinya saat diketahui adanya pipa gas yang bocor, yang diperhatikan tidak hanya titik bocor yang terjadi, tetapi juga jalur aliran gas tersebut, bila perlu hingga sekian kilometer".

Seminar sosialisasi dan deklarasi yang dilaksanakan dari pagi hingga sore, menghadirkan banyak narasumber yang mengisi 3 sesi seminar. Selain Prof Manlian R. A Simanjuntak, Marbin Hutajulu pensiunan Pemda P2B DKI Jakarta, Kepala Bidang Penindakan Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta Widodo Prayitno. unsur sejumlah organisasi profesi terkait, Korwas Reskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Mujiono, dan lainnya, diikuti sekitar 100 orang peserta.

Berikut nama-nama pengurus PPMB (Perkumpulan Pelaku Mutu Bangunan) yang kemarin dideklarasikan :

PENASEHAT / PENGAWAS

Ketua : Ir. Parulian Panjaitan, MM
Anggota:
Ir. Daulat Sinaga
Ir. R. Simatupang

PENGURUS
Ketua Umum: Dr. Ir. HM. Hanafi Darwis, SH, MM
Wakil Ketua : Ricky Pasaribu, ST
Sekretaris Umum : Agus Rozali, ST
Wakil Sekretaris Ir. Adelberth Simanjuntak
Bendahara Umum : Tarwin, ST
Wakil Bendahara : Sukrudin, ST
Bidang Pengembangan Anggota :
a. Ir. Muchsin Siregar
b. Ir. Tigor Tambun

Bidang Hubungan Luar :
a. San Fransisco Saragih, ST
b. Verdon Siahaan, ST

Bidang Pelayanan Anggota
a. Natanael Siagian, SH
b. Ikhsan Fahri, ST
c. Sutarjo

Advertisement