Skip to content Skip to navigation

DEKLARASI NASIONAL PARTAI INDONESIA DAMAI, KETUM PID APRI HANANTO SUKANDAR TEGASKAN PID MENDUKUNG NKRI, DAN PEMERINTAHAN PRESIDEN JOKO WIDODO

Gerejani Dot Com - Momentum memperingati 92 tahun Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2020, dilakukan ratusan kader dan pengurus Partai Indonesia Damai (PID), bersamaan dengan Deklarasi Nasional Partai Indonesia Damai, sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun ke-1 PID, yang berdiri pada 28 Oktober 2019.

Ketua Umum PID Ir. Apri Hananto Sukandar, M.Pd, kepada media mengemukakan bahwa dalam usia yang masih sangat muda, kehadiran PID disambut antusias yang diluar dugaan pendiri partai.

Ketum Apri, saat berdialog dengan media, didampingi jajaran pimpinan PID, seperti Waketum Mangasi Sihombing, Sekjen Werdy Simanjuntak, SH., MH, Bendum Deny Barends, juga Penasehat Prof. Amos Neoloka, M.Th.

Sekalipun baru satu tahun berdiri, PID sudah berhasil membentuk 31 Dewan Pimpinan Wilayah tingkat Provinsi.

"Salah satu propinsi yang sangat merespon keberadaan PID adalah wilayah Papua. Sekalipun Tanah Papua kita ketahui bersama, kerap mengalami konflik bersenjata, namun mereka merespon PID dengan baik, menurut saya mungkin karena ada kata 'Indonesia Damai' dalam nama partai kami" terang Apri yang pernah menjadi Ketua Fraksi Partai Damai Sejahtera DPR RI periode 2004-2009.

Partai Indonesia Damai (PID), ditegaskan Ketum Apri, bertekad untuk ikut serta dalam membangun kehidupan demokrasi untuk NKRI, secara khusus bertekad ikut serta sebagai partai politik peserta pemilu pada tahun 2024.

PID merupakan partai nasionalis terbuka, berbasis nilai-nilai kristiani, membuka diri terhadap setiap anak bangsa untuk bergabung bersama PID.

Momentum memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020, dijadikan hari penting bagi PID, yakni kesempatan untuk mendeklarasikan diri secara terbuka publik nasional.

Bertempat dikawasan Kelapa Gading Jakarta Utara, dengan berdasar ketentuan Gugus Tugas Covid-19, dan arahan pihak keamanan, Deklarasi Nasional PID dihadiri ratusan perwakilan DPW dan DPC se-Indonesia, unsur pendiri, penasehat, unsur DPP,
juga pendiri, dan perwakilan pimpinan organisasi sayap-sayap PID.

Selain kehadiran fisik yang terbatas, deklarasi nasional diikuti juga seluruh jajaran pengurus, kader, dan anggota PID se-Indonesia, melalui layanan aplikasi Zoom.

Pidato Ketum Apri saat deklarasi nasional, diantaranya menekankan tentang komitmen PID dalam mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo - Wakil Presiden Ma'ruf Amin hingga akhir periode, mendukung kebijakan pemerintah dalam hal ketahanan pangan, yakni food estate, dan kedaulatan pangan berbasis kelautan, karena Indonesia negara maritim.

PID menggunakan ikan sebagai lambang partai, melambangkan hasil laut Indonesia, sebagai negara yang memiliki wilayah maritim yang luas, juga komitmen PID mendukung upaya peningkatan pemanfaatan hasil laut sebagai upaya kedaulatan dan ketahanan pangan.

"Hari ini juga PID diberkahi Tuhan suatu kesempatan untuk mendeklarasikan diri di depan publik nasional, untuk meningkatkan partisipasi umat kristiani dalam kehidupan berbangsa dan bernegara", demikian ditegaskan Mangasi Sihombing, Ketua Panitia Deklarasi yang juga adalah Wakil Ketua Umum PID.

Pidato politik Ketum Apri, terkait semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda, menandaskan perlunya setiap kader PID untuk terus menjunjung tinggi semangat Sumpah Pemuda dan memastikan kemajuan NKRI dengan persatuan para pemuda bangsa dari Merauke hingga Sabang, dan dari Miangas hingga Rote.

Ketum PID juga menggaris bawahi lahirnya PID, untuk mengisi kekosongan partisipasi umat kristiani dalam dunia perpolitikan Indonesia.

Dicatat kehadiran Millenial Indonesia Damai (MIDI), Perempuan Indonesia Damai (PIDI), Gerakan Masyarakat Indonesia Damai (GMID), dan Pengusaha Indonesia Damai [PENDI) sebagai sayap-sayap partai, yang semuanya sebagai wahana konsolidasi dan kaderisasi kearah perwujudan Usaha Milik Kaum Milenial (UMKM).

Tokoh-tokoh agama atau kalangan rohaniawan, tidak sedikit turut mendukung kehadiran PID, bahkan diantaranya turut menjadi bagian dalam kepengurusan PID, termasuk pada tingkat DPP, diantaranya Pdt. Dr. Royke B. Rory, M.Th, Pdr. Dr. Masterlian Tomana, S.Th, Dr. Demsy lura, S.Th, M.A., M.Th., Marlin Suatan S.Th., Anggiat Domu. HS, S.Th, M.A.P., Elianus Gea S.Th., Dr. Jeanne Bernadine Tidayoh, S.Th, M.Th. (DPT)

Advertorial

Advertisement