Skip to content Skip to navigation

CHURCH LEADER GATHERING WAHANA VISI INDONESIA, GEREJA BERPELUANG BESAR MEMPERSIAPKAN GENERASI MUDA MENGHADAPI TANTANGAN ZAMAN

World Vision International (WVI) bekerja sama dengan Barna Research, pada bulan September 2019, melakukan riset berjudul “Connected Generation”. Riset mensurvey lebih dari 15000 responden generasi milenial (usia 18 – 35 tahun) di 25 negara, dengan 9 bahasa berbeda. Hasil riset tersebut, dipresentasikan dalam forum Church Leader Gathering yang diadakan oleh Wahana Visi Indonesia (WV Indonesia), pada Senin 10 Februari 2020, bertempat di Hotel Millenium Kebon Sirih Jakarta Pusat.

Hasil penelitian lembaga riset internasional Barna tersebut, mengungkapkan fakta bahwa generasi muda memiliki perhatian yang besar pada isu global seperti korupsi. perubahan iklim, polusi, rasisme dan kemiskinan. Namun. hanya sedikit yang merasa gereja membantu mereka mengerti Iebih baik tentang keadilan sosial. kemiskinan dan orang-orang yang termarjinalkan.

Forum Church Leader Gathering  diadakan Wahana Visi Indonesia (WV Indonesia) Bersama para mitra,  untuk merespon fenomena global hasil riset Barna. Church Leader Gathering bertema “Bringing Shalom Across Generations" membahas mengenai tantangan serta peluang gereja dalam mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin di masa depan.

Gereja memiliki peluang besar untuk mendukung kesiapan generasi muda menghadapi tantangan zaman. Akan tetapi berdasarkan survey Barna terungkap hanya 20-33% generasi muda di Indonesia yang merasa gereja menolong mereka memahami kemiskinan dan keadilan sosial. Ditemukan juga bahwa hanya |5% generasi muda Indonesia yang merasa terinspirasi untuk menjadi pemimpin karena keteladanan seseorang di gereja. dan hanya 9% yang merasa mendapatkan pelatihan kepemimpinan dari gerejanya. Padahal gereja membutuhkan mereka sebagai pemimpin-pemimpin di masa depan, demikian sebagian pemaparan data hasil riset Barna, yang disampaikan Daniel Copeland Direktur Riset Barna.

Salah satu fakta yang terungkap dari riset global Barna, bahwa masyarakat kita sedang menghadapi krisis dalam kepemimpinan karena tidak ada cukup pemimpin yang baik saat ini. “82% orang responden young adults, menyatakan masyarakat menghadapi krisis kepemimpinan” ungkap Daniel.

Gereja memiliki peluang besar untuk mendukung kesiapan generasi muda menghadapi tantangan zaman. Akan tetapi berdasarkan survey Barna terungkap hanya 20-33% generasi muda di Indonesia yang merasa gereja menolong mereka memahami kemiskinan dan keadilan sosial. Ditemukan juga bahwa hanya |5% generasi muda Indonesia yang merasa terinspirasi untuk menjadi pemimpin karena keteladanan seseorang di gereja. dan hanya 9% yang merasa mendapatkan pelatihan kepemimpinan dari gerejanya. Padahal gereja membutuhkan mereka sebagai pemimpin-pemimpin di masa depan.

Pemaparan data hasil riset, pun dilakukan oleh Bilangan Research Center (BRC), dibawakan oleh Bambang Budianto, Ph.D. Salah satu fakta data hasil riset BRC, mengungkapkan bahwa 80,7% responden geneerasi milenial (usia 15-25 tahun, 4000 responden, 42 kota), menyatakan bahwa efek pemuridan orang lain banyak berpengaruh terhadap pertumbuhan rohani pribadi.

Bambang mengemukakan juga mengungkapkan fakta tren generasi milenial meninggalkan gereja, 52 % responden mengutarakan alasan tidak lagi berinteraksi dengan gereja karena program grereja tidak menarik, tidak berguna, tidak relevan, 20% milenial merasa tidak dilibatkan (engagement) dalam pelayanan kegerejaan, 14,3% leadership disconnect, 5,6% tidak otentik/kepura-puraan.

Merespon hasil riset Barna dan Bilangan Center, yang mengungkapkan tren relasi generasi milenial gereja terhadap dinamika kegerejaan dan kekristenan, serta realitas kondisi global, hadir narasumber Sekretaris Umum PGI Pdt. Jacklevyn Manuputty, Ps Sydney Mohede (JPCC), dan Pastor Carolus Putranto (Keuskupan Agung Jakarta).

Selain para penanggap riset, hadir juga sebagai pemateri, National Director WVI, Doseba T Sinay, yang menyampaikan “Generasi muda dan permasalahannya selalu menarik dan menjadi perhatian kita semua. Kami terus berjalan bersama gereja untuk memakai peluang ini guna memfasilitasi dan memberi ruang bagi generasi muda agar terlibat lebih nyata dalam gereja dan masyarakat".

Hamba-hamba Tuhan yang juga generasi milenial, turut menyampaikan gagasan ataupun berbagi pengalamannya, seperti Pdt. Aditya Christo dari GKI Manyar Jawa Timur, mensharingkan pengalamannya bersama komunitas muda melakukan live in, dan Ps. Elisheba Soetopo dari Alfa Omega Church), membagikan pengalamannya melayani orang-orang muda. 

Turut hadir dalam forum Church Leader Gathering, sejumlah tokoh, praktisi pelayanan lembaga kristen, perwakilan lembaga gereja, seperti Rektor Universitas Pelita Harapan Jonathan L. Parapak, tokoh pendidikan kristen Malthus Sitorus, Pdt. Alex Nanlohy dari Perkantas, Lyna Tjindra dari Sahabat Anak, termasuk sejumlah fungsionaris Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI), seperti Suratinoyo Novi, Markus Saragih, Paul Makoguru, Deddy Tambunan, Agus Panjaitan, Victor Ambarita, dan Robby Go.

Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah yayasan sosial kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk kesejahteraan anak. WVI selalu berupaya membuat perubahan berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, dan mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender. Sejak tahun 1998, Yayasan Wahana Visi Indonesia telah menjalankan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada anak. Ratusan ribu anak di Indonesia telah merasakan manfaat program pendampingan WVI.

Bagi WVl, gereja adalah mitra tak tergantikan dalam melakukan program-program transformational yang holistic bersama masyarakat Program Saluran Harapan Perlindungan Anak dan Pengasuhan dengan Cinca telah melibatkan para pemimpin gereja, orang tua dan anak sendiri dalam mewujudkan kasih Allah melalui aksi perlindungan anak di Iebih dari 40 wilayah di Indonesia. Untuk menjangkau generasi muda, WV! juga terus berupaya menjangkau mereka dengan menjadi volunteer dalam kegiatan kepedulian sosial, demikian dijelaskan dalam rilis media WVI yang diterima Gerejani Dot Com. (DPT)

Advertorial

Advertisement